oleh

Ketua Projo Mubar: Aparat Kepolisian Harus Tindak Tegas Kasus Penganiayaan

Like and share:

Muna Barat_Telah terjadi penganiayaan terhadap salah satu warga Muna Barat atas nama Tedy Toehatoe pada Minggu, 29 November 2020.

Tedi saat ditemui mengungkapkan bahwa motif terjadinya penganiayaan itu karena ada seseorang dari desa Lasama telah menggadai motor padanya. Namun belum sempat lunas sudah ada orang atas nama UN bersama 2 orang temannya yang diduga dari kota Bau-Bau, ungkapnya.

Karena saya bersikeras belum mau memberikan motor kecuali uang yang dipinjam sipemilik Motor dikembalikan sesuai hasil kesepakatan, atas dasar tersebut mereka berani melakukan pengancaman dengan mengeluarkan sebilah badik dan tindakan pemukulan dibagian muka saya, tandasnya.

Ditempat yang sama Ketua Projo, LM. Junaim mengungkapkan dugaan penganiayaan terhadap saudara Tedi adalah tindakan yang tidak bermoral, tidak bisa dibiarkan aktifitas premanisme menjamur di Mubar.

Secara psikologis jelas korban merasa terganggu, masyarakat sekitar juga merasa tidak nyaman dengan kejadian ini karena tindakan pemukulan sampai mencabut barang tajam membuat warga Masyarakat merasa takut dengan kejadian ini
Aparat kepolisian harus bertindak secara tegas, sampai hari ini 30 November belum ada tindakan bahkan pelaku cs dibiarkan berkeliaran, ungkapnya dengan nada kecewa.

Kami khawatir kegaduhan seperti ini terus terjadi di Mubar. Masyarakat Mubar khususnya Tiworo sudah terbiasa hidup damai dalam situasi aman dan kondusif tanpa dibayang-bayangi ulah premanisme.
Sebagai langkah prevenrif aparat segera Tangkap pelakunnya, jangan dibiarkan hal ini berlarut larut . Kami tidak inginkan premanisme tumbuh subur di wilayah Mubar yang kita cintai. Kami percayakan kepihak berwajb untuk melakukan proses hukum, pungkasnya.

Sekali lagi institusi kepolisian wilayah Tikep harus bersikap tegas menangkap pelaku dugaan penganiayaan ini, keluarga korban tidak akan diam dengan persoalan ini, semoga keluarga korban tetap bisa menahan kesabaran dan percayakan pada pihak kepolisian, namun kami beri waktu 2×24 jam untuk mengungkap dan menangkap aktor intelektual pelaku kejahatan, tutupnya dengan nada tegas.