oleh

Pemidahan Ibu Kota, Musni Umar : Win-win Solution, Jakarta Ibu Kota Negara dan Kalimantan Pusat Pemerintahan

Like and share:

SULTRAWATCH.NEWS – Jakarta, Pemindahan ibu kota Negara kini masih menjadi permasalahan di kalangan masyarakat Indonesia. Persoalan pemindahan masih menuai debat kusir di tengah para kalangan, salah satunya Prof. Musni Umar yang merupakan Sosiolog dan juga merupakan Rektor di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Musni Umar dalam cuitanya pada akun twiternya mengatakan pemindahan ibu kota harus membutuhkan pengkajian yang matang. Tidak dengan rasa keinginan saja, sebab pemindahan ibu kota Negara akan banyak menghabiskan dan merugikan Negara.

Menurutnya, akan ada banyak kerugian Negara ketika ibu kota Negara dipindahkan dari Jakarta ke Kalimantan, seperti Gedung-gedung tinggi dan megah yang sudah dibangun dan ditepati oleh pemerintah kini. Semua akan ditinggalkan. Istana Negara, Hotel, MRT, LRT dan kemegahan lainnya. Semuanya akan menjadi pertanyaan bahwa siapakah yang akan mengunakan Gedung-gedung dan pembangunan ini sedang semua berkeinginan untuk tinggal di Ibu Kota Negara ?

Sosiolog dan juga Rektor Ibnu Chaldun ini membayangkan bahwa kelak Jakarta akan menjadi kota yang sangat sepi, dan di tengah kesepian itu, ada kerugian Negara yang sangat besar yang tidak kita sadari. Dengan itu ia mengimbau kepada pemerintahan Jokowi di periode ke duanya ini untuk melakukan pengkajian secara matang terkait pemindahan Ibu Kota Negara.

Selain itu, Prof. Musni umar pun saat diwawancarai terkait cuitan twiternnya di ruang kerjanya, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (24/1) mengatakan lewat akun twiternya, ia memberikan win-win solution buat pemerintah agar Ibu kota Negara tetap di Jakarta dan Kalimantan sebagai Ibu kota Pemerintahan.

Ia mencontohi Negara Malaysia, di mana ibu kota Negaranya tetap Kuala Lumpur dan Putrajaya sebagai pusat Pemerintahan Negara Malaysia. Menurutnya, seperti inilah harus dijadikan materi untuk dikaji lebih dalam oleh pemerintah agar pemindahan Ibu Kota Negara tidak hanya karena dilihatnya banjir dan kemacetan.

Ia pun menegaskan bila upaya pemerintah melakukan pemindahan Ibu Kota Negara karena Jakarta sering-sering banjir dan macet, maka pemerintah sebenarnya tidak sadar bahwa di Kalimantan juga banyak Sungai yang suatu kelak bisa mengakibatkan banjir dan juga akan terjadi macet. Dengan itu, ia mengimbau agar pemerintah melakukan pengkajian yang lebih dalam lagi.

Terakhir, Prof. Musni pun menyinggung soal statement President yang mengatakan pemindahan Ibu Kota tidak mengunakan APBN adalah sesuatu yang sangat mustahil, pemindahan Ibu Kota sangatlah membutuhkan anggaran yang cukup besar. APBN juga akan merupakan bagian dari anggaran pembangun pemindahan Ibu Kota Negara. (Alhams)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.