oleh

Sebagai Putra Daerah, Rajiun Terpanggil untuk Membangun Daerah Muna

Muna adalah salah satu dari 4 kabupaten sebagai ujung tombak terbentuknya provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra ) bersama kabupaten Kolaka, Buton dan Kota Kendari.

Rajiun Tumada anak dari sang ayah yang berprofesi sebagai seorang guru La Ode Ilaihi adalah sosok publik figur yang berkelahiran di Labungkuru, kampung lama kabupaten Muna itu mengungkapkan dari ke empat kabupaten itu Muna di nilai memiliki pembangunan yang stagnan dan jauh tertinggal dibanding Kolaka, Buton dan kota Kendari, ungkapnya didepan ratusan warga Muna yang datang berkunjung dikediamannya, 23 September 2020.

Sudah 60 tahun kabupaten Muna ini terbentuk dalam satu provinsi, semestinya dari segala macam aspek sudah mampu bersaing dengan daerah lain, terutama di bidang infrastruktur dasar sebagai kebutuhan yang langsung dirasakan oleh rakyat Muna secara menyeluruh, bebernya.

Jadi seorang pemimpin itu dibutuh sikap dan prinsip yang tegas bukan otoriter. Kedisiplinan dalam kepemimpinan adalah hal yang harus ditanamkan kepada seluruh pegawai dan aparatur negara sebagai pelayan rakyat, pungkasnya.

“Beberapa waktu terakhir ini, saya sudah mendatangi 602 titik undangan dari keluarga besar masyarakat Muna, baik pesta suka maupun duka selalu menyempatkan diri untuk mendengarkan keluh kesah mereka, mayoritas menginginkan perbaikan jalan dengan nada rendah katanya o kangkaha”, sambung mantan Kasatpol PP Sultra itu.

Saya sudah menjelajahi semua desa di Muna Timur, mulai dari desa Langkoroni, Latompa, Bahorua, Bone-Bone, Moolo, Laano Bhake, Labungka, Kalei, Pure, Wakorumba, Pola, Mataindaha, Kolese, terus ke Tampuna Bale hingga tembus ke Lambelu keluhannya hampir semua sama tentang akses jalan, termasuk yang ada di Muna selatan, ungkap Ketua Lemkari Sultra itu.

Sengaja saya sebutkan semua nama-nama desa secara berurutan hingga ke lorong-lorong yang ada di kabupaten Muna, itu sebagai bukti bahwa saya telah mengelilingi untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat setiap desa. Sudah seharusnya seorang pemimpin seperti itu, bagaimana mau tau kebutuhan rakyatnya kalau tidak mau turun langsung, pungkasnya.

Sebagai putra daerah saya juga inginkan Muna kita ini mampu bersaing dengan kabupaten lain dari berbagai macam sektor, jangan biasa-biasa saja. Untuk Muna yang lebih baik saya ingin turut andil dalam proses itu, kita bangun Muna dengan serapi mungkin, tutupnya sembari disambut dengan teriakan masyarakat “rapikan”.